Teh Putih Gamboeng

  • Kandungan antioksidan tertinggi di dunia (17%)
  • Memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit degeneratif
  • Innovative Idea Award 2009 dari The International Society of Antioxidant in Nutrition & Health, Paris
  • Secangkir WHITE TEA mengandung antioksidan 12 kali lebih tinggi daripada jus jeruk segar.

WHITE TEA atau teh putih atau baicha berasal dari negeri Cina pada masa Dinasti Song (1279-690 SM). Ketika ditemukan, teh ini hanya dapat dinikmati oleh kerabat dan keluarga kekaisaran. WHITE TEA dinikmati oleh para kaisar China secara eksklusif.

Bahan WHITE TEA adalah pucuk teh yang masih kuncup yang disebut “peko”. Peko diolah tidak melalui proses oksidasi (atau hanya sedikit terjadi oksidasi) polifenol, sehingga WHITE TEA memiliki antioksidan tertinggi. WHITE TEA memiliki rasa yang lembut dan menyegarkan serta beraroma wangi.

Disebut WHITE TEA karena penampakan teh ini putih keperakan mengkilat dari bulu-bulu yang menyelimutinya dan bentuknya runcing menyerupai jarum. Di China, WHITE TEA disebut YINZHEN dan diartikan dalam bahasa Inggris sebagai silver needle.

MANFAAT

  • sangat baik menangkal radikal bebas,
  • menurunkan kolesterol,
  • menurunkan tekanan darah,
  • dipercaya dapat melindungi jantung,
  • menurunkan kadar gula darah,
  • dapat menurunkan berat badan,
  • dapat mencegah penuaan dan kerusakan pada kulit,
  • membakar lemak dan mencegah munculnya sel-sel lemak baru,
  • mencegah terjadinya mutasi sel penyebab kanker,
  • menjadikan tulang, gigi dan gusi lebih kuat,
  • mencegah dan melawan pengaktifan sel usus besar, prostat,
  • membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu.

CARA PENYAJIAN

Masukan 2 gram WHITE TEA (sekitar 60 batang atau 1 sendok makan) ke dalam cangkir tertutup sebanyak 200cc. Tuangkan air panas sekitar 80°(dari termos atau dispenser). Tutuplah cangkir dan diamkan sekitar 10 menit. Seduhan WHITE TEA siap disajikan dengan menyaring ampasnya. Ampas WHITE TEA ini dapat diseduh kembali hingga 2-3 kali dengan volume yang sama.